Buat Mak'e
Assalamu'alaikum.
Hallo, Mak!
Ini yang mbacain suratnya siapa? Mimi apa Momo? Sampein makasih ya buat adekku yang mau mbacain surat ini.
Mak'e sehat tho? Semarang ujan terus ya? Depan rumah rob [banjir/air tergenang karena air pasang, kerap terjadi di Semarang]? Tanemannya Ibu ilang-ilang lagi, ndak? Aku alhamdulillah sehat, Mak. Jakarta belakangan hujan tiap hari. Jas hujan sama payung aku bawa terus tiap hari kok, tenang! :D
Orang-orang rumah (Ayah, Ibu, Mimi, Momo) masih hobi nyio-nyio [nge-bully in a fun way, no hurt feeling] Mak'e? Kalo disio-sio, sio-sio genti [balik], Mak! Jangan mau kalah, hahaha
Besok Rebo aku balik Semarang, naek kereta, dari sini jam 21.30an. Sampe Semarang Kamis pagi. Masakin echo-echo [enak-enak] ya, Mak! Aku pengen gadon ik. Slrp slrp. Makroni skutel, pisang plenet keju, pistuban, pizza koyok'e enak yaa. Kyaaa kyaaaa! Lupakan diet untuk sesaat, hihihi
Besok pas nikahan Chocho kita foto-foto lagi ya, Mak! Ohya, aku pesen cupcake di temennya Mimi. Aku pesen gambar hewan. Babi buat Wiwi, monyet untuk Momo, aku panda, Singa untuk Mimi, Ibu sama Mak'e, hahaha. Piss Mak, piss! ^^v
Siapin banyak cerita buat Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu ya, Mak! Nanti kita menggosip bersama. Sambil ta [aku] bantuin wis [deh] masaknya. Janji surga, hahaha. Sampe ketemu Kamis pagiiii!
Wassalamualaikum.
Muah muah
Hohony,
anak rumahan yang jarang pulang (kampung)
Minggu, 15 Januari 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
Untuk Si Merah, kuda besiku
Teruntuk
Si Kuda Besi, yang aku tunggangi hampir setiap hari
Dear Si Merah,
Mungkin ini pertama kali, aku mengungkapkan sesuatu padamu. Iya, yang tiap hari kau dengar adalah gerutuku. Gerutu akan macetnya ibukota, sesama pengendara yang tak tau tata krama, sorot lampu menyilaukan yang tak kusuka, serta hujan yang turun tanpa aba-aba. Maaf jika ocehanku itu meresahkanmu.
Ah, aku jadi teringat akan suara sumbang yang selalu kucoba perdengarkan pada dunia. Mengganggukah? Atau justru kau ingin memuji suara khasku itu? :D Maklumlah, bernyanyi adalah caraku membangkitkan diri, melupakan kerisauan, barang sejenak.
Terima kasih ya, Si Merah, telah bersedia menemaniku melihat dunia yang luar biasa indahnya.
Aku berjanji akan rutin merawatmu, agar engkau sehat senantiasa. Jangan pernah bosan untuk turut serta bersamaku, menjadi bagian dari kisahku, hidupku.
Aku menyayangimu. :*
salaManiSelalUntukmu
Tiche,
gadis berkacamata merah jambu yang menginginkan helm baru
Si Kuda Besi, yang aku tunggangi hampir setiap hari
Dear Si Merah,
Mungkin ini pertama kali, aku mengungkapkan sesuatu padamu. Iya, yang tiap hari kau dengar adalah gerutuku. Gerutu akan macetnya ibukota, sesama pengendara yang tak tau tata krama, sorot lampu menyilaukan yang tak kusuka, serta hujan yang turun tanpa aba-aba. Maaf jika ocehanku itu meresahkanmu.
Ah, aku jadi teringat akan suara sumbang yang selalu kucoba perdengarkan pada dunia. Mengganggukah? Atau justru kau ingin memuji suara khasku itu? :D Maklumlah, bernyanyi adalah caraku membangkitkan diri, melupakan kerisauan, barang sejenak.
Terima kasih ya, Si Merah, telah bersedia menemaniku melihat dunia yang luar biasa indahnya.
Aku berjanji akan rutin merawatmu, agar engkau sehat senantiasa. Jangan pernah bosan untuk turut serta bersamaku, menjadi bagian dari kisahku, hidupku.
Aku menyayangimu. :*
salaManiSelalUntukmu
Tiche,
gadis berkacamata merah jambu yang menginginkan helm baru
Langganan:
Postingan (Atom)
