Minggu, 09 Desember 2012

t r u s t


Saya pernah membaca entah dimana, lupa, “Yang deket aja gampang selingkuhnya, gimana yang jauh..” Perbedaan hubungan satu kota dan hubungan jarak jauh alias LDR. Mungkin kita bisa tidak sepenuhnya percaya pada pasangan kita tapi alangkah baiknya jika kita menjaga kepercayaan yang diberikan dengan cara menjaga pertemanan kita dengan orang-orang yang datang menghampiri. Pasangan yang jauh, yang banyak cueknya, yang tidak bisa maksimal membalas obrolan di ponsel dan telepon dapat menjadikan kita ‘beringas’ ketika ada teman lawan jenis (yang bukan sahabat) yang lebih perhatian. Jujur, saya pun hampir terjebak. Jadi semacam ketagihan ngobrol. Lalu saya menyadari, I may not go these far, my bad.
However that is it. You’ve got you’re world and I’ve got mine. And after all that we’ve been through I must say. Sorry honey, my heart is not for you.. Sorry baby this love is not for you. It’s over now.. (It’s over now, Mocca)
Dia di sana, mungkin, belum tentu setia, tapi cobalah untuk saling percaya. ;)

Sabtu, 08 Desember 2012

i like you

Aku tak perlu lagi mencari dia
Aku tau dia itu kamu
Kamu yang bukan perayu ulung
Kamu yang berkenan mencuci piring dan gelas kotor
Kamu yang tak sungkan membuangkan plastik sampah
Kamu yang bahkan meminta maaf setelah menciumku
Kamu yang gemar diusap punggungnya
Kamu yang dengan lucunya menyeka peluhku ketika tergesa
Kamu yang tertawa mendengar ceritaku
Kamu yang terdiam di ujung sambungan telepon
Semoga aku adalah perempuan yang kamu suka
Karena kamu adalah laki-laki yang aku suka
Aku suka kamu, titik dua tanda bintang

Prewedding

Beberapa hari kemarin saya disibukkan oleh permintaan konsep foto prewedding. Tentunya bukan pernikahan saya, melainkan Tante saya, Wiwi. Calonnya bernama Paman Faried. Saya turut berbahagia untuknya, untuk mereka. Teriring do’a saya untuk mereka. Tante saya sudah saya anggap seperti kakak sendiri, dekat sekali dengan saya. Maklum, kakak saya laki-laki. :)

Pencarian konsep dimulai dari bertanya pada Ima dan Dita. Lalu bergerilya-lah saya mencari foto di Axioo, Mottomo, Garasi Foto. Saya membuat tema: makan. Kira-kira seperti inilah foto-foto yang saya sadur:










Dibantu fotografer (dan editor) handal Bang Dayat serta asistennya yang ciamik Bu Menejer Apied, hihihi



Pernah terpikirkan untuk menyumbang sebuah lagu di hari h-nya nanti. Ingin sekali menyanyikan lagu dari Tulus yang berjudul Teman Hidup.

Bila di depan nanti. Banyak cobaan untuk kisah cinta kita. Jangan cepat menyerah. Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya akan begitu..

Salam hangat,
PH aka Ponakan Hohony

Hati-hati dengan hati


Percaya karma? Oke, saya gak butuh jawaban, “Saya percayanya sama Tuhan.”
Ketika berbuat sesuatu, kadang, mungkin, kita tidak terpikirkan efek atau akibat atas tindakan yang kita perbuat. Berbuat baik sih harus ikhlas, tanpa pamrih, mengharapnya ya ridho Allah. Nah kalo berbuat jahat? Harus apa menurut kamu? Menurut saya sih harus teringat lagu dari Adhitia Sofyan ini, biar batal berbuat jahatnya. X))
And somewhere out there I’m sure God is watching you close. But then maybe His deadly storm will come and catch you. Lightning thunder will strike you. It hits your head so hard...
Judulnya Deadly Storm Lightning Thunder.
Coba ya yang lagi atau pernah mempermainkan hati seseorang/banyak orang, tolong dicamkan baik-baik dan diserap sepenuh jiwa itu lirik lagunya. Mungkin efeknya bukan sekarang. Mungkin nanti ke anak cucu-nya. We’ll never know, kan?

Senin, 03 Desember 2012

Takut -Vierra


3 September – 3 Desember. Triwulan pertama saya dan dia. Dia itu kekasih saya. Kami menjalani hubungan antar kota antar provinsi, seperti bus patas. X)) Salah satu teman yang kapok LDR berkata, “I’ll give you star if you both can make it through for a year.” No clue bintang apa yang dimaksud. Dasar absurd. Ya memang, terkadang ada rasa ingin menyerah dan menyudahi saja, rasa ragu itu datang dan  pergi menghantui saya kala sendiri.
Ku tahu kamu bosan. Ku tahu kamu jenuh. Ku tahu kamu tak tahan lagi.
Aku takut kamu pergi. Kamu hilang, kamu sakit. Aku ingin kau di sini. Di sampingku selamanya.
Berani memiliki, berani kehilangan. Apa jadinya jika orang yang kamu sayangi ternyata bukan orang yang tepat dan terbaik untuk kamu? Sudah ikhlas kehilangan?

Salam,
kekasih dia

Minggu, 02 Desember 2012


Aku harus meninggalkanmu
Perlahan, aku belajar untuk tidak merindukanmu
Dulu aku amat memujamu
Kamu yang hebat
Kamu yang diinginkan banyak  orang
Kamu yang didamba
Kemudian aku berada pada titik jenuh
Kamu bukanlah yang aku cari
Aku harus kembali pulang
Berada di suatu ruang, rumah
Kamu bukan rumah untukku
Aku harus pulang
Aku akan mengunjungimu suatu waktu
Aku takkan merindumu, mungkin
Namun kau patut merindukanku
Selamat tinggal
--pengendara motor yang sesekali berada di trotoar dan tetap menghargai pejalan kaki

Aku suka berbicara padamu
Tiap kata yang keluar dari mulutku kau lahap dengan kilat matamu
Mata yang selalu berkilau
Mata yang haus akan ceritaku
Ataukah kau mengiraku pendongeng?
Aku pendongeng ulung asal kau tahu saja
Aku ingin kau mendongengkanku kisah cintamu dengan kekasihmu
Mungkin saja aku menangkap celah kekurangan
Lalu aku dapat merebutmu darinya
Suatu saat nanti
Pasti
--Juni 2012, proses menyimpan memori akan tatapan matamu dimulai dari... SEKARANG!

Ketika aku harus tiba pada sebuah kota
Aku tak menahu arah mana yang harus kutuju
Kompas tak jua memberi pertanda
Angkasa diam
Aku merasa tersesat
--Juni 2012

Senin, 05 November 2012

Minggu, 04 November 2012

Biarkan udara masuk.
Dari tiga sahabat.
Sepasang.

Sektoral

Sahabat yang sebenarnya itu bisa diajak diskusi panjang dengan tema yang mungkin membosankan dan kurang berbobot.

Rabu, 31 Oktober 2012

Harus Terpisah


Yak proyek 30 hari personal sountdrack kita lanjutkan, sodara-sodara. Sebelum 2013, ini kudu rampung, hihihi.. #sikap

Beberapa hari ini, di rumah lagi heboh lagunya Cakra Khan, Harus Terpisah. Awalnya dari soundtrack acara atau ftv atau apa gitu deh, saya juga lupa. Ibu terus minta dicariin, setelah ketemu, ternyata liriknya sadis dan kurang ajar. Caranya bikin suatu bagian lirik bagus sih, jadi kata akhir dalam satu kalimat jadi kata awal di kalimat selanjutnya. Yang menurut saya sadis itu lirik yang berkebalikan:
Ku berlari kau terdiam. Ku menangis kau tersenyum. Ku berduka kau bahagia. Ku pergi kau kembali.
Lalu saya twit lah tentang kekuatan ‘racun’ lagu itu dan tetiba ada yang nge-bbm saya, perempuan. 
Dia: Racuuuun bener ya Cakra
Saya: Eym. Itu tambah jadi racun kalo ternyata it really happens in your real life
D: Orang gak kejadian aja nyeseknya berasa
S: ROFL
D: “Kucoba meraih mimpi, kau coba hentikan mimpi” Yang itu kena banget. Gimana sih rasanya kalo semisal kita punya passion dan energi buat loncat dan kerja sana-sini tapi terhambat cuma buat alesan ketemu, pacaran, harus nurut, gak boleh, khawatir berlebih, insecure, dll. Aku banget itu sama mantanku.
Si Dia kini telah memiliki tambatan hati yang baru, yang lebih suportif. Ketika saya bercerita ke teman saya yang lain, tanggapannya, “Kamu gak tau, pas dulu dia nyalon jadi ketua organisasi jurusan di kampus, pacarnya sempet ngelarang lho.. Ya emang beda fakultas sih, cuma kayaknya cowoknya malu kalo ceweknya lebih dari dia. Secara kan cowoknya cuma jadi anggota di organisasi jurusannya.” Komentar saya, “halah, masih kuliah aja pacarannya rempong..”

Kemarin saya sempet tuh bikin tulisan tentang cinta menurut saya. Cinta itu dua arah. Mungkin di kasus Si Dia, cinta itu tidak lagi berlangsung dua arah sehingga menjadi berat sebelah dan tidak sehat. *sokwise dan soktau mode on


Sayup-sayup terdengar dari kamar mandi, si penyanyi kamar mandi beraksi:
Bayangkan... Bayangkan ku hilang, hilang tak kembali. Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta. Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti. Berarti untuk ku rindukan...

Senin, 29 Oktober 2012

sebuah cerita tentang teman lamaku, Si Waktu

Aku terlalu sering bermain-main dengan sesuatu,
Waktu namanya.
Aku ajak dia bersenang-senang
tanpa harus merasa bersalah,
tanpa rasa takut dia akan hilang

layaknya Cinderela jam12 malam.

Suatu ketika,
Waktu mengingatkanku seperti ini,
"Lakukan (pekerjaan itu) sekarang!
Apa lagi yang kamu tunggu?"

Aku berdalih,
"Tenang saja Waktu,
aku masih menunggu temanku,
Si Kenyamanan, dia berjanji akan datang..
Tanpa dia, aku tidak bisa bekerja."

Waktu tidak sependapat,
"Dia tidak akan datang, percayalah..
Kamu bisa bekerja tanpa dia, kamu masih punya aku.
Aku akan menemanimu namun aku tidak bisa menungguimu terlalu lama."

"Waktu, apapun yang kamu katakan, aku akan tetap menunggu temanku itu, titik!" tegasku.

Aku pun setia menunggu Kenyamanan.

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu.

Waktu benar.
Kenyamanan tidak pernah datang.
Sedangkan Waktu, ia tidak pernah bisa menunggu.

Tinggallah aku di sini yang berlumur rasa sesal dan lelah bekerja.
Waktu sesekali datang menghampiriku, "Kapan kita bermain-main lagi?"
Aku hanya bisa tersenyum getir.
Seandainya Waktu bisa menunggu (lebih lama),

sayangnya tidak.


Open doors

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Haruskah aku gembira?

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Kebingungan kian melanda

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Aku terus bertanya-tanya
Inikah yang kudamba?

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Tak ada salahnya dicoba :)

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Kembali kugantungkan asa
Pada Tuhan kupanjatkan doa

Menurut saya, cinta itu...

Cinta itu saling
Cinta itu dua arah
Cinta itu tak mengenal waktu, tak pula mengenal malu
Cinta itu menghangatkan
Cinta itu tidak memaksa
Cinta itu sama rata, tidak berat sebelah
Cinta itu membahagiakan

Salam,
perempuan yang masih mencari cinta sejatinya

Kamis, 16 Agustus 2012

B e r w i s a t a


Dan kita berjanji untuk berwisata dengan kereta menuju ke stasiun kota, berjalan melewati gedung-gedung tua berdua. Oh senangnya. Kita melanjutkan dengan bis trans jakarta ke pemberhentian di dekat istana negara, Menikmati suasana kota jakarta. Berwisata!
Berwisata, The Adams
Siapa yang tak senang berwisata? Saya suka. Pasti kamu juga.
Banyak teman yang mengajak untuk ke Pulau ini, Pulau itu, negara ini, negara itu, membuat paspor dan rentetannya.
Ketika masih bekerja kantoran, saya lebih memilih untuk menggunakan uang yang saya miliki untuk mudik ke kampung halaman, bertemu keluarga.
Saya punya impian, suatu hari nanti, ingin pergi bersama adik-adik ke Disneyland.
Entah Disneyland Hongkong, entah Tokyo. Aaaaak, pengen ke Jepang!
Ya mungkin nanti, di usia kami yang tak lagi muda, tapi jiwa kami akan selalu muda,aamiin
Bukankah begitu, Mi? Mo? Hakhakhak!

Salam,
Kakak dari Mimi dan Momo

Lucky me


Apa lagu untuk ringtone ponsel kamu? Saya Lucky Me-nya Mocca. Sengaja dipotong pas reff-nya jadi gini:
I’m so lucky to have you. So happy to love you. Don’t wanna live without your love, without your smile, and i know i love you
Karena biasanya yang suka menelepon saya adalah keluarga. Ayah, Ibu, Adik-adik, Mak’e, Tante. Saya beruntung punya mereka. Saya bersyukur sekali. Alhamdulillah.

Ketika masih bekerja di jantung ibukota negara, setiap akhir pekan, keluarga di rumah selalu menelepon. Bisa hingga dua jam. Telepon dioper-oper hingga tanpa sadar, ponsel menjadi panas. Berbagi cerita tentang apaaaa saja. Biasanya sih hal-hal aneh dan kebodohan-kebodohan seru (kebodohan  seru? Apa pula ituuu? hahaha).

Biasakanlah bertukar kabar dengan keluarga jika kamu adalah anak rantau. Doa mereka selalu bersamamu, kamu harus tau itu. 

Salam,
mantan anak rantau

Masih ada, RSD


Dulu saya dan teman-teman SMP sempat membawakan lagu ini ketika ada acara perpisahan dengan guru yang akan pindah (mengajar ke sekolah lain) dan pensiun. Baru ngeh kalo ternyata liriknya begitu. Ngajak pisah sementara alias break. Ya emang ada kata-kata perpisahannya sih. Haduh, anak SMP yang lugu dan cupu. *getok diri sendiri  

Kalo lagi berusaha ngejalin dan ngejalanin suatu hubungan sama someone, kalo dirasa gak sreg ya mungkin break bisa jadi pilihan. *boleh batuk gak nih? *celingak-celinguk *ngikik
Dengan tidak melakukan komunikasi atau mengurangi intensitasnya, masing-masing mungkin bisa introspeksi diri. Mungkin.
Sanggupkah kau menyadari semua sikapmu yang tak tentu. Semoga perpisahan ini kan membuat dirimu dewasa.

Salam manis,
perempuan yang (menurut beberapa orang) belum dewasa

Sparkling eyes

Aku menyukai mata yang berbinar-binar ketika kita saling bercerita. Bertukar cerita tentang apapun. Lelucon siaran radio ataupun tajuk surat kabar. Apapun. ♡

Selasa, 14 Agustus 2012

Go fight for me, Dear you!

Dear you, I deserve a better one, who will fight for me, no matter what. Won't you?

He didn't fight for you, my Dear..

Dear you, you deserve a better one, who will fight for you, no matter what.

B a y a n g a n

Apakah aku (seperti) mengejar bayanganku sendiri? Ah, aku tak mengerti.

Kuatir

Tak perlulah kamu repot-repot mengkhawatirkan aku. Toh aku bukan siapa-siapanya kamu. Bukankah begitu sejak dulu?

Guling dan sweater

Ambil guling motif kayu dan ambil sweater. Hey darling I just need you, not the other. 
 -PM bbm adeknya @gugyudha aka Anindhita X))

Jumat, 10 Agustus 2012

Sebuah kisah klasik untuk masa depan


Gara-gara tadi nulis tentang jaman sekolah, jadi inget deh sama lagu So7 ini.
Bersenang-senanglah. Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah. Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua. 
Sampai jumpa kawanku, s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan...
Lagu perpisahan. Oke, yang akan saya tulis ini bukan cerita tentang jaman sekolah atau kuliah. Ini tentang rekan-rekan kerja saya. Curhat dikit gak papa lah ya, Cyyyn, hehe

Jadi, saya baru saja resign di akhir Juni lalu. Saya memutuskan untuk berwirausaha di kota kelahiran saya, Semarang. Walaupun saya tidak bekerja lagi di kantor yang ada di Jakarta itu, saya masih bergabung di bbm grup. Saya pernah menanyakan hal ini ke sahabat saya, Dita. “Gw leave grup gak ya, Dit?” “Gak usah, Che, kan grup Finance gak pernah ngomongin kerjaan rrrr ya jarang sih. Isinya becanda doang gitu” “Hahahaha, iyaaaa”

Mungkin tempat saya pernah bekerja itu bukan tempat bekerja terbaik, tapi saya mendapati teman-teman terbaik, guru-guru terbaik. Harus saya akui, bekerja dapat membuat kita menjadi semakin dewasa. *mendadak bijak *dilempar dokumen beserta invoice sama Mbak Yunika *lalu ngacir, sembunyi di gudang dokumen

Ibu beberapa kali sempat menanyakan, “Kamu gak kangen ngantor apa (mungkin) kangen temen-temen kantor?” Iya, yang kedua. Saya kangen rebutan makanan. *kalo kata Yudha, laki-laki asal Kediri yang sempat menjadi cubicle mate saya, saya ini food oriented! Kangen timpal-timpalan nyinyir di kubikel. Kangen karokean, nyanyi-nyanyi gak jelas bareng. Kangen makan di luar bareng. Kangen siul-siul bareng. Kangen makan lembur bareng: city light (aka Cahaya Kota) dan Indogaya, hahaha

Gara-gara mereka, saya jadi doyan sushi. Saya jadi bisa pake jilbab yang rada mendingan. Saya jadi pede nyanyi. Saya jadi melek teknologi.
Kemaren sempet bikin tulisan ini:
Aku merindukan perbincangan kita di sela-sela bekerja, di antara makian telepon yang berdering sepersekian detik sekali.
Aku juga merindu pada balon-balon dialog yang kita ciptakan ketika jari-jemari berkejaran kian-kemari di atas tuts-tuts komputer.
Dinding penyekat bukan penghambat.
Suara-suara bersinggungan di udara lalu pecah menjadi gelombang tawa. Riuh rendah gemuruh lantai lima. Kita.
foto dari Fuji instax mini-nya Dita yang di-scan  sama Teh Fitri

Sampe ketemu di nikahan Mbak Yunika dan Mas ATS. X))
Semoga silaturahmi kita terus terjalin yaa! Aamiin *peluk satu-satu 

Salam hangat selalu untukmu,
Pecinta mie rebus bikinan Bu Sum, Mbak Ila, Mbak Lisa, Mbak Marni

Biarkan Saja


Ketika itu kelas 2 SMA. Adalah seorang guru Bahasa Indonesia, yang menurut saya, suka memberi tugas-tugas asyik yang mengasah kreativitas. Yah, walau terkadang merepotkan. Tapi bagi saya itu menyenangkan. Tugas-tugasnya seperti membaca berita bak anchor (saya sampai jadi percontohan untuk kelas sebelah kala itu, hehehe), membuat musikalisasi puisi (membaca puisi diiringi lagu), menulis surat cinta untuk Ibu/Ayah (pas bikin ini hadeuuuh mata sembab!), membuat drama radio, membuat video klip. Yang terakhir, membuat video klip itu cukup merempongkan! Tapi fun sih, beneran. Bersyukur ada Bapak Sutradara kita merangkap editor, mensyen ya mensyen: Aditya Aji Nugraha. Tauk deh nih Si Aji masih inget apa enggak, hihihi Kalo nginget-nginget kejadian di masa lalu itu emang suka bikin senyum-senyum sendiri yes? Ah kangen.. Gini nih, pas SMA pengen buru-buru kuliah trus kerja eh pas udah kerja pengen turn back time.

Nah, pas bikin video klip tadi, harus bikin dua video klip. Kelompok saya kala itu membuat klip untuk lagu Lingua “bila kuingat” dan Tere “biarkan saja”. Saya memegang peran di pembuatan plot cerita video klip. Jadi kedua klip itu ceritanya nyambung, kayak ada sekuelnya lah gitu. (ini nulis sambil garuk-garuk kepala, nginget-nginget)

Bila kuingat: Ada remaja putri yang kesengsem sama temennya, kebayang-bayang mulu gitu deh terus suka terus jadian (eh jadian gak sih? hmmmmm)
Biarkan saja: eh si cowoknya itu ternyata selingkuh dan si cewek pun memutuskan untuk memutuskan hubungan

Sepertinya simpel tapi coba deh ngerasain bikinnya, untuk ukuran anak SMA di tahun 2003-2004 ya, jaman semono, hihi
Saya suka sih lagu-nya Tere itu, gak menye-menye, temponya juga cepet:          
Tiada yang perlu disesali dan yang patut ditangisi. Oh..Kau bukan untukku. Bila engkau memang tak sepadan. Dan tak sungguh mencintaiku,biarkan samua hanya sampai disini. ‘Kan ku jalani hidupku seperti biasa. Lupakan dirimu. ‘Kan ku biarkan waktu yang sembuhkan hatiku. Biarkan saja semua. Sudah yang terjadi terjadilah. Kutakkan larut dalam duka, biarkan saja.  Kau bukan untukku. Lihat masih banyak yang lainnya, yang lebih baik darimu, yang mencintaiku dengan sepenuh hati.

Lagu buat yang susah move on. :p


Salam,
siswi I-12, XI IS 3, XII IS 1 SMA N 3 Semarang 2002-2005

Selasa, 07 Agustus 2012

Anyam-anyaman Nyaman


Anut runtut tansah reruntungan. Munggah mudhun gunung anjlog samudra. Gandheng rendhengan jejering rendheng. Reroncening kembang, kembang temanten. Mantene wus dandan dadi dewa dewi. Dewaning asmara gya mudhun bumi. Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir. Mahargya dalan temanten. Dalanpun dewa dewi. Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi…
Selalu bergandengan tangan seiring sejalan
naik turun gunung sampai kedalam samudera
bergandengan saling beriringan
laksana rangkaian bunga untuk pengantin
sang pengantin telah berdandan laksana dewa-dewi
dewa asmara yang turun ke bumi
lihatlah mendung menyingkir menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa-dewi
terdengar suara terompet berarak-arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu dan segeralah menuju ke bumi

Saya tahu lagu ini sepertinya sedari SD dan langsung suka, walau hanya dari aransemen musik dan cara bernyanyinya. Beberapa tahun belakangan, setelah adanya teknologi internet dan google, saya baru tahu bahwa ini lagi tentang pernikahan. Liriknya puitis. Tapi masih gak mudeng sama korelasi judulnya yang unik itu. Hmmmm..
Eniwei, bisa nih dimasukin ke list lagu buat acara nikahan. Mempelai pria mana mempelai pria, hahahaha

 ( ˘)з┌◦◦◦♥
Tiup-tiup cinta,
Yang menunggu

Sweet Memories (of My Wife)

Di tempat kerja saya terdahulu, saya tidak bisa mengakses youtube. Saya pun menemukan vimeo. Lumayan lah, walau video di situ tidak sebanyak dan sevariatif youtube. Kamu harus lihat video di vimeo ini:
My Wife,  bikinan Rangga Kusmalendra, suami dari Kak Pimpi Syarley Naomi. Kak Pimpi adalah seorang crafter, Sawo Kecik nama hmmm merk-nya. Ya itulah.  

Sweet banget sih video itu. Lagu pengiringnya juga oke. Sweet Memories-nya Olivia Ong, lama-lama demen walau ternyata galau liriknya:
Don't kiss me baby we can never be. So don't add more pain. Please don't hurt me again. I have spent so many nights. Thinking of you longing for your touch. I have once loved you so much.
Aaaaak! Mauuu dibikinin video kayak gituuuuu! *ngerengek manja, hahaha X))

Salam,
Penggemar produk Sawo Kecik

Bersandar


Saya suka film Berbagi Suami. Saya suka film dengan banyak cerita seperti itu. Saya juga suka soundtracknya. Saya dulu beli loh kasetnya. Iya, kasetnya. Dan saya suka lagu simpel dari White Shoes and The Couples Company berikut:
Berharap seribu kasih namun kini punahlah sudah. Bersandar menusuk jiwa, menusuk jiwa, menusuk jiwa.
Dan sempet dicover sama Kings of Convenience! Kewren!

Galau sih ya, ehehehe

Dari film itu, saya nemu nama bagus: Nadim, tokoh yang diperankan Winky Wiryawan. Arti kata Nadim: orang yg dipercaya; sahabat karib. Di masa depan, saya ingin memberi anak laki-laki nama itu, Nadim. 

Salam,
Pecinta film Indonesia (yang bermutu)

Andai Aku Besar Nanti :")


Siapa yang gak mbrebes mili kalo baca lirik lagu ini coba. Saya sih selalu. Gak bisa ngebayangin kalo pas sungkeman akad nikah itu pengiringnya lagu ini. Yak make up.. make up.. luntur.. luntur.., hehehe
Oh... Kutahu kau berharap dalam do'amu. Kutahu kau berjaga dalam langkahku. Kutahu s'lalu cinta dalam senyumm. Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku 
(Andai Aku Besar Nanti, Sherina)
Lirik  ini mirip sama do’a:
Allahumma firli zunubi waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogira, 
”Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa ibu bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”.
Do’a yang wajib saya baca setelah sholat. Saya pastinya gak akan bisa ngebales semua yang udah dikasih sama Ibu dan Ayah. Hanya do’a yang bisa saya kasih. *eh bo’, ini akikah nulis sambil air mata jatuh satu-satu, seriusan *lap pake tangan

Saya pengen, suatu hari nanti, anak-anak saya kelak juga mendo’akan saya.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)
Iya, do’a anak yang sholeh. Maka, jadilah anak yang sholeh dan didiklah anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh pula. Setuju? ^^

Wassalam,
anak perempuan Ibu dan Ayah

Jumat, 03 Agustus 2012

End?

Mendapati ini dari retweet-an seorang kawan beberapa minggu yang lalu:
Salah bisa diperbaiki, gagal bisa diulangi, tapi menyerah berarti selesai. -Bob Sadino
Mungkin kamu bosan  membaca kata-kata penyemangat yang terlalu sering saya tulis di blog ini. Tak apa, itu hakmu. Bagi saya, semangat adalah modal mahal yang harus dipupuk terus menerus.
Well, selamat berhari Jum'at, jangan lupa bersedekah! :)

Kepong-kepong


Pasti pernah deh ngerasain rasanya “butterflies in our stomach”. Geli-geli lucu. Kayak pas mau take off  kalo naek pesawat, ini kata adek saya sih. Kayak pas mau sidang skripsi. Kayak pas mau wawancara kerja. Kayak pas liat pengumumuan keterima kerja. Kayak pas jatuh cinta.
You give me butterflyzGot me flying so high in the sky. I can't control these butterflyz. (Butterflyz, Alicia Keys)
Pas mau ketemu. Pas bales-balesan pesan di telepon seluler ataupun dunia maya. Pas denger suaranya di telepon. Saya sih suka sama perasaan kayak gini. :3 Perasaan adanya kupu-kupu di perut ketika sedang di mabuk cinta. *alamak bahasanya, hahaha
(Bagaimana dengan) kamu?

Salam,
dia yang pernah jatuh cinta dan memelihara kupu-kupu di perutnya (kok creepy ya? hoho)

Kamis, 02 Agustus 2012

Apa kareba

Blognya lama dianggurin. *buaaah kali anggur *lhah emang iya kaliii *berarti pengangguran itu kata dasarnya apa ya? hmmmm wah, persoalan nih X))
Yang katanya mau diet mana? Udah seperempat abad aja nih akikah. Ahahahahak! *self toyor
Well, sekarang saya di Semarang. Si Anak yang jarang pulang (kampung) itu kini berada di kampung. :)

I'll always remember..


Welcome to a fresh, crispy morning, grateful to The Great Creator.
(Kusambut pagi yang segar, bersyukur pada Pencipta)
Working on a cheerful day, always remember The Mighty God.
(Kutempuh siang yang riang, selalu kuingat Yang Kuasa)
Watching for the bright afternoon, in my mind You’re The One.
(Kujelang sore yang cerah, tak lupa pada Yang Esa)
Realizing sunset has come around, only to You I beg and cry.
(Kusadari senja tlah tiba, karena-Mu ‘ku memohon)
I beg and cry to You.
(Ku memohon pada-Mu)
Closing the wonderful night by calling to You, Dear Allah..
(Kututup malam yang indah, bersujud pada-Mu, Allah..)

Saya seorang Muslimah. Dan lagu yang dinyanyikan Neno Warisman dan anak-anak Aulade Gemintang ini seperti pengingat bagi saya untuk “don’t forget to remember”. Lima kali dalam sehari yang wajib dijalankan. Iya, sholat lima waktu. Terkadang  menyanyikan lagu ini saya bisa tersedu haru sendiri. Allah selalu ada bagi umat-Nya yang mau mengingat-Nya. *agak pencitraan dikit gak papa lah ya, hehehek
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan (bagi yang menjalankan)! Semangaaaaat!

Salam,
seorang gadis berkerudung