Kamis, 16 Agustus 2012

B e r w i s a t a


Dan kita berjanji untuk berwisata dengan kereta menuju ke stasiun kota, berjalan melewati gedung-gedung tua berdua. Oh senangnya. Kita melanjutkan dengan bis trans jakarta ke pemberhentian di dekat istana negara, Menikmati suasana kota jakarta. Berwisata!
Berwisata, The Adams
Siapa yang tak senang berwisata? Saya suka. Pasti kamu juga.
Banyak teman yang mengajak untuk ke Pulau ini, Pulau itu, negara ini, negara itu, membuat paspor dan rentetannya.
Ketika masih bekerja kantoran, saya lebih memilih untuk menggunakan uang yang saya miliki untuk mudik ke kampung halaman, bertemu keluarga.
Saya punya impian, suatu hari nanti, ingin pergi bersama adik-adik ke Disneyland.
Entah Disneyland Hongkong, entah Tokyo. Aaaaak, pengen ke Jepang!
Ya mungkin nanti, di usia kami yang tak lagi muda, tapi jiwa kami akan selalu muda,aamiin
Bukankah begitu, Mi? Mo? Hakhakhak!

Salam,
Kakak dari Mimi dan Momo

Lucky me


Apa lagu untuk ringtone ponsel kamu? Saya Lucky Me-nya Mocca. Sengaja dipotong pas reff-nya jadi gini:
I’m so lucky to have you. So happy to love you. Don’t wanna live without your love, without your smile, and i know i love you
Karena biasanya yang suka menelepon saya adalah keluarga. Ayah, Ibu, Adik-adik, Mak’e, Tante. Saya beruntung punya mereka. Saya bersyukur sekali. Alhamdulillah.

Ketika masih bekerja di jantung ibukota negara, setiap akhir pekan, keluarga di rumah selalu menelepon. Bisa hingga dua jam. Telepon dioper-oper hingga tanpa sadar, ponsel menjadi panas. Berbagi cerita tentang apaaaa saja. Biasanya sih hal-hal aneh dan kebodohan-kebodohan seru (kebodohan  seru? Apa pula ituuu? hahaha).

Biasakanlah bertukar kabar dengan keluarga jika kamu adalah anak rantau. Doa mereka selalu bersamamu, kamu harus tau itu. 

Salam,
mantan anak rantau

Masih ada, RSD


Dulu saya dan teman-teman SMP sempat membawakan lagu ini ketika ada acara perpisahan dengan guru yang akan pindah (mengajar ke sekolah lain) dan pensiun. Baru ngeh kalo ternyata liriknya begitu. Ngajak pisah sementara alias break. Ya emang ada kata-kata perpisahannya sih. Haduh, anak SMP yang lugu dan cupu. *getok diri sendiri  

Kalo lagi berusaha ngejalin dan ngejalanin suatu hubungan sama someone, kalo dirasa gak sreg ya mungkin break bisa jadi pilihan. *boleh batuk gak nih? *celingak-celinguk *ngikik
Dengan tidak melakukan komunikasi atau mengurangi intensitasnya, masing-masing mungkin bisa introspeksi diri. Mungkin.
Sanggupkah kau menyadari semua sikapmu yang tak tentu. Semoga perpisahan ini kan membuat dirimu dewasa.

Salam manis,
perempuan yang (menurut beberapa orang) belum dewasa

Sparkling eyes

Aku menyukai mata yang berbinar-binar ketika kita saling bercerita. Bertukar cerita tentang apapun. Lelucon siaran radio ataupun tajuk surat kabar. Apapun. ♡

Selasa, 14 Agustus 2012

Go fight for me, Dear you!

Dear you, I deserve a better one, who will fight for me, no matter what. Won't you?

He didn't fight for you, my Dear..

Dear you, you deserve a better one, who will fight for you, no matter what.

B a y a n g a n

Apakah aku (seperti) mengejar bayanganku sendiri? Ah, aku tak mengerti.

Kuatir

Tak perlulah kamu repot-repot mengkhawatirkan aku. Toh aku bukan siapa-siapanya kamu. Bukankah begitu sejak dulu?

Guling dan sweater

Ambil guling motif kayu dan ambil sweater. Hey darling I just need you, not the other. 
 -PM bbm adeknya @gugyudha aka Anindhita X))

Jumat, 10 Agustus 2012

Sebuah kisah klasik untuk masa depan


Gara-gara tadi nulis tentang jaman sekolah, jadi inget deh sama lagu So7 ini.
Bersenang-senanglah. Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah. Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua. 
Sampai jumpa kawanku, s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan...
Lagu perpisahan. Oke, yang akan saya tulis ini bukan cerita tentang jaman sekolah atau kuliah. Ini tentang rekan-rekan kerja saya. Curhat dikit gak papa lah ya, Cyyyn, hehe

Jadi, saya baru saja resign di akhir Juni lalu. Saya memutuskan untuk berwirausaha di kota kelahiran saya, Semarang. Walaupun saya tidak bekerja lagi di kantor yang ada di Jakarta itu, saya masih bergabung di bbm grup. Saya pernah menanyakan hal ini ke sahabat saya, Dita. “Gw leave grup gak ya, Dit?” “Gak usah, Che, kan grup Finance gak pernah ngomongin kerjaan rrrr ya jarang sih. Isinya becanda doang gitu” “Hahahaha, iyaaaa”

Mungkin tempat saya pernah bekerja itu bukan tempat bekerja terbaik, tapi saya mendapati teman-teman terbaik, guru-guru terbaik. Harus saya akui, bekerja dapat membuat kita menjadi semakin dewasa. *mendadak bijak *dilempar dokumen beserta invoice sama Mbak Yunika *lalu ngacir, sembunyi di gudang dokumen

Ibu beberapa kali sempat menanyakan, “Kamu gak kangen ngantor apa (mungkin) kangen temen-temen kantor?” Iya, yang kedua. Saya kangen rebutan makanan. *kalo kata Yudha, laki-laki asal Kediri yang sempat menjadi cubicle mate saya, saya ini food oriented! Kangen timpal-timpalan nyinyir di kubikel. Kangen karokean, nyanyi-nyanyi gak jelas bareng. Kangen makan di luar bareng. Kangen siul-siul bareng. Kangen makan lembur bareng: city light (aka Cahaya Kota) dan Indogaya, hahaha

Gara-gara mereka, saya jadi doyan sushi. Saya jadi bisa pake jilbab yang rada mendingan. Saya jadi pede nyanyi. Saya jadi melek teknologi.
Kemaren sempet bikin tulisan ini:
Aku merindukan perbincangan kita di sela-sela bekerja, di antara makian telepon yang berdering sepersekian detik sekali.
Aku juga merindu pada balon-balon dialog yang kita ciptakan ketika jari-jemari berkejaran kian-kemari di atas tuts-tuts komputer.
Dinding penyekat bukan penghambat.
Suara-suara bersinggungan di udara lalu pecah menjadi gelombang tawa. Riuh rendah gemuruh lantai lima. Kita.
foto dari Fuji instax mini-nya Dita yang di-scan  sama Teh Fitri

Sampe ketemu di nikahan Mbak Yunika dan Mas ATS. X))
Semoga silaturahmi kita terus terjalin yaa! Aamiin *peluk satu-satu 

Salam hangat selalu untukmu,
Pecinta mie rebus bikinan Bu Sum, Mbak Ila, Mbak Lisa, Mbak Marni

Biarkan Saja


Ketika itu kelas 2 SMA. Adalah seorang guru Bahasa Indonesia, yang menurut saya, suka memberi tugas-tugas asyik yang mengasah kreativitas. Yah, walau terkadang merepotkan. Tapi bagi saya itu menyenangkan. Tugas-tugasnya seperti membaca berita bak anchor (saya sampai jadi percontohan untuk kelas sebelah kala itu, hehehe), membuat musikalisasi puisi (membaca puisi diiringi lagu), menulis surat cinta untuk Ibu/Ayah (pas bikin ini hadeuuuh mata sembab!), membuat drama radio, membuat video klip. Yang terakhir, membuat video klip itu cukup merempongkan! Tapi fun sih, beneran. Bersyukur ada Bapak Sutradara kita merangkap editor, mensyen ya mensyen: Aditya Aji Nugraha. Tauk deh nih Si Aji masih inget apa enggak, hihihi Kalo nginget-nginget kejadian di masa lalu itu emang suka bikin senyum-senyum sendiri yes? Ah kangen.. Gini nih, pas SMA pengen buru-buru kuliah trus kerja eh pas udah kerja pengen turn back time.

Nah, pas bikin video klip tadi, harus bikin dua video klip. Kelompok saya kala itu membuat klip untuk lagu Lingua “bila kuingat” dan Tere “biarkan saja”. Saya memegang peran di pembuatan plot cerita video klip. Jadi kedua klip itu ceritanya nyambung, kayak ada sekuelnya lah gitu. (ini nulis sambil garuk-garuk kepala, nginget-nginget)

Bila kuingat: Ada remaja putri yang kesengsem sama temennya, kebayang-bayang mulu gitu deh terus suka terus jadian (eh jadian gak sih? hmmmmm)
Biarkan saja: eh si cowoknya itu ternyata selingkuh dan si cewek pun memutuskan untuk memutuskan hubungan

Sepertinya simpel tapi coba deh ngerasain bikinnya, untuk ukuran anak SMA di tahun 2003-2004 ya, jaman semono, hihi
Saya suka sih lagu-nya Tere itu, gak menye-menye, temponya juga cepet:          
Tiada yang perlu disesali dan yang patut ditangisi. Oh..Kau bukan untukku. Bila engkau memang tak sepadan. Dan tak sungguh mencintaiku,biarkan samua hanya sampai disini. ‘Kan ku jalani hidupku seperti biasa. Lupakan dirimu. ‘Kan ku biarkan waktu yang sembuhkan hatiku. Biarkan saja semua. Sudah yang terjadi terjadilah. Kutakkan larut dalam duka, biarkan saja.  Kau bukan untukku. Lihat masih banyak yang lainnya, yang lebih baik darimu, yang mencintaiku dengan sepenuh hati.

Lagu buat yang susah move on. :p


Salam,
siswi I-12, XI IS 3, XII IS 1 SMA N 3 Semarang 2002-2005

Selasa, 07 Agustus 2012

Anyam-anyaman Nyaman


Anut runtut tansah reruntungan. Munggah mudhun gunung anjlog samudra. Gandheng rendhengan jejering rendheng. Reroncening kembang, kembang temanten. Mantene wus dandan dadi dewa dewi. Dewaning asmara gya mudhun bumi. Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir. Mahargya dalan temanten. Dalanpun dewa dewi. Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi…
Selalu bergandengan tangan seiring sejalan
naik turun gunung sampai kedalam samudera
bergandengan saling beriringan
laksana rangkaian bunga untuk pengantin
sang pengantin telah berdandan laksana dewa-dewi
dewa asmara yang turun ke bumi
lihatlah mendung menyingkir menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa-dewi
terdengar suara terompet berarak-arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu dan segeralah menuju ke bumi

Saya tahu lagu ini sepertinya sedari SD dan langsung suka, walau hanya dari aransemen musik dan cara bernyanyinya. Beberapa tahun belakangan, setelah adanya teknologi internet dan google, saya baru tahu bahwa ini lagi tentang pernikahan. Liriknya puitis. Tapi masih gak mudeng sama korelasi judulnya yang unik itu. Hmmmm..
Eniwei, bisa nih dimasukin ke list lagu buat acara nikahan. Mempelai pria mana mempelai pria, hahahaha

 ( ˘)з┌◦◦◦♥
Tiup-tiup cinta,
Yang menunggu

Sweet Memories (of My Wife)

Di tempat kerja saya terdahulu, saya tidak bisa mengakses youtube. Saya pun menemukan vimeo. Lumayan lah, walau video di situ tidak sebanyak dan sevariatif youtube. Kamu harus lihat video di vimeo ini:
My Wife,  bikinan Rangga Kusmalendra, suami dari Kak Pimpi Syarley Naomi. Kak Pimpi adalah seorang crafter, Sawo Kecik nama hmmm merk-nya. Ya itulah.  

Sweet banget sih video itu. Lagu pengiringnya juga oke. Sweet Memories-nya Olivia Ong, lama-lama demen walau ternyata galau liriknya:
Don't kiss me baby we can never be. So don't add more pain. Please don't hurt me again. I have spent so many nights. Thinking of you longing for your touch. I have once loved you so much.
Aaaaak! Mauuu dibikinin video kayak gituuuuu! *ngerengek manja, hahaha X))

Salam,
Penggemar produk Sawo Kecik

Bersandar


Saya suka film Berbagi Suami. Saya suka film dengan banyak cerita seperti itu. Saya juga suka soundtracknya. Saya dulu beli loh kasetnya. Iya, kasetnya. Dan saya suka lagu simpel dari White Shoes and The Couples Company berikut:
Berharap seribu kasih namun kini punahlah sudah. Bersandar menusuk jiwa, menusuk jiwa, menusuk jiwa.
Dan sempet dicover sama Kings of Convenience! Kewren!

Galau sih ya, ehehehe

Dari film itu, saya nemu nama bagus: Nadim, tokoh yang diperankan Winky Wiryawan. Arti kata Nadim: orang yg dipercaya; sahabat karib. Di masa depan, saya ingin memberi anak laki-laki nama itu, Nadim. 

Salam,
Pecinta film Indonesia (yang bermutu)

Andai Aku Besar Nanti :")


Siapa yang gak mbrebes mili kalo baca lirik lagu ini coba. Saya sih selalu. Gak bisa ngebayangin kalo pas sungkeman akad nikah itu pengiringnya lagu ini. Yak make up.. make up.. luntur.. luntur.., hehehe
Oh... Kutahu kau berharap dalam do'amu. Kutahu kau berjaga dalam langkahku. Kutahu s'lalu cinta dalam senyumm. Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku 
(Andai Aku Besar Nanti, Sherina)
Lirik  ini mirip sama do’a:
Allahumma firli zunubi waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogira, 
”Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa ibu bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”.
Do’a yang wajib saya baca setelah sholat. Saya pastinya gak akan bisa ngebales semua yang udah dikasih sama Ibu dan Ayah. Hanya do’a yang bisa saya kasih. *eh bo’, ini akikah nulis sambil air mata jatuh satu-satu, seriusan *lap pake tangan

Saya pengen, suatu hari nanti, anak-anak saya kelak juga mendo’akan saya.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)
Iya, do’a anak yang sholeh. Maka, jadilah anak yang sholeh dan didiklah anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh pula. Setuju? ^^

Wassalam,
anak perempuan Ibu dan Ayah

Jumat, 03 Agustus 2012

End?

Mendapati ini dari retweet-an seorang kawan beberapa minggu yang lalu:
Salah bisa diperbaiki, gagal bisa diulangi, tapi menyerah berarti selesai. -Bob Sadino
Mungkin kamu bosan  membaca kata-kata penyemangat yang terlalu sering saya tulis di blog ini. Tak apa, itu hakmu. Bagi saya, semangat adalah modal mahal yang harus dipupuk terus menerus.
Well, selamat berhari Jum'at, jangan lupa bersedekah! :)

Kepong-kepong


Pasti pernah deh ngerasain rasanya “butterflies in our stomach”. Geli-geli lucu. Kayak pas mau take off  kalo naek pesawat, ini kata adek saya sih. Kayak pas mau sidang skripsi. Kayak pas mau wawancara kerja. Kayak pas liat pengumumuan keterima kerja. Kayak pas jatuh cinta.
You give me butterflyzGot me flying so high in the sky. I can't control these butterflyz. (Butterflyz, Alicia Keys)
Pas mau ketemu. Pas bales-balesan pesan di telepon seluler ataupun dunia maya. Pas denger suaranya di telepon. Saya sih suka sama perasaan kayak gini. :3 Perasaan adanya kupu-kupu di perut ketika sedang di mabuk cinta. *alamak bahasanya, hahaha
(Bagaimana dengan) kamu?

Salam,
dia yang pernah jatuh cinta dan memelihara kupu-kupu di perutnya (kok creepy ya? hoho)

Kamis, 02 Agustus 2012

Apa kareba

Blognya lama dianggurin. *buaaah kali anggur *lhah emang iya kaliii *berarti pengangguran itu kata dasarnya apa ya? hmmmm wah, persoalan nih X))
Yang katanya mau diet mana? Udah seperempat abad aja nih akikah. Ahahahahak! *self toyor
Well, sekarang saya di Semarang. Si Anak yang jarang pulang (kampung) itu kini berada di kampung. :)

I'll always remember..


Welcome to a fresh, crispy morning, grateful to The Great Creator.
(Kusambut pagi yang segar, bersyukur pada Pencipta)
Working on a cheerful day, always remember The Mighty God.
(Kutempuh siang yang riang, selalu kuingat Yang Kuasa)
Watching for the bright afternoon, in my mind You’re The One.
(Kujelang sore yang cerah, tak lupa pada Yang Esa)
Realizing sunset has come around, only to You I beg and cry.
(Kusadari senja tlah tiba, karena-Mu ‘ku memohon)
I beg and cry to You.
(Ku memohon pada-Mu)
Closing the wonderful night by calling to You, Dear Allah..
(Kututup malam yang indah, bersujud pada-Mu, Allah..)

Saya seorang Muslimah. Dan lagu yang dinyanyikan Neno Warisman dan anak-anak Aulade Gemintang ini seperti pengingat bagi saya untuk “don’t forget to remember”. Lima kali dalam sehari yang wajib dijalankan. Iya, sholat lima waktu. Terkadang  menyanyikan lagu ini saya bisa tersedu haru sendiri. Allah selalu ada bagi umat-Nya yang mau mengingat-Nya. *agak pencitraan dikit gak papa lah ya, hehehek
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan (bagi yang menjalankan)! Semangaaaaat!

Salam,
seorang gadis berkerudung

Happy!


Don’t be afraid, when things go wrong, just be strong.
...
Don’t you give up, keep your chin up! And be happy!


“Be happy!” adalah tulisan di avatar akun twitter saya. Yang mana avatar itu belum pernah saya ganti. Sampai terdengar keluhan dari adik perempuan saya, “Mbok avatarmu ki diganti. Durung tau mbok ganti tho?” [Avatarmu diganti, kek. Belum pernah kamu ganti kan?] Saya hanya tersenyum. Ya karena saya terlalu menyukai lirik lagu Mocca ini.

Bagi saya,  lagu lebih mudah diserap karena bisa dilafalkan berulang-ulang hingga meresap.  *serap resap hmmmm dari huruf yang sama a-e-p-r-s wah, harus manggil ratunya scramblebot nih aka si @as_via *siap-siap digetok *ah aku tauuu, peras! :))

 Saya tidak boleh takut walau sepertinya semua yang saya lakukan salah. Saya harus kuat. Saya tidak boleh menyerah. Ayo dagunya diangkat. Dan hap, cerialah, bersenang-senanglah! :D

Salam,
Perempuan yang dulunya moody-nya, kini pun masih suka kumat moody-nya, hihihi