Teruntuk
Si Kuda Besi, yang aku tunggangi hampir setiap hari
Dear Si Merah,
Mungkin ini pertama kali, aku mengungkapkan sesuatu padamu. Iya, yang tiap hari kau dengar adalah gerutuku. Gerutu akan macetnya ibukota, sesama pengendara yang tak tau tata krama, sorot lampu menyilaukan yang tak kusuka, serta hujan yang turun tanpa aba-aba. Maaf jika ocehanku itu meresahkanmu.
Ah, aku jadi teringat akan suara sumbang yang selalu kucoba perdengarkan pada dunia. Mengganggukah? Atau justru kau ingin memuji suara khasku itu? :D Maklumlah, bernyanyi adalah caraku membangkitkan diri, melupakan kerisauan, barang sejenak.
Terima kasih ya, Si Merah, telah bersedia menemaniku melihat dunia yang luar biasa indahnya.
Aku berjanji akan rutin merawatmu, agar engkau sehat senantiasa. Jangan pernah bosan untuk turut serta bersamaku, menjadi bagian dari kisahku, hidupku.
Aku menyayangimu. :*
salaManiSelalUntukmu
Tiche,
gadis berkacamata merah jambu yang menginginkan helm baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar