Senin, 24 Oktober 2011

Past

Saya itu pemalas. Saya ingin menjadikan sifat itu masa lalu: I was a lazy person.
Di sela-sela membereskan cucian kering, terpikir dan terciptalah quote berikut:
Tak perlu menunggu terpuruk untuk bangkit.
Bangkitlah tiap hari. Tiap pagi ketika mata masih bisa terbuka. Ketika udara bisa dijangkau. Ketika kesempatan bisa diraih. Ketika hidup, mau tak mau, harus diperjuangkan. Pekikkan, "Tetap semangat!" :D
Saya lupa persisnya sejak kapan Ayah selalu meneriakkan kata-kata itu tiap kali berbincang di pesawat telepon. Ayah saya pernah bekerja di bank. Beliau memimpin timnya. Setiap pagi harus briefing dan menyemangati anak buahnya. Pasti dua kata itu menjadi pidato penutupnya.
boneka pesan di papayamango
Saya suka mendengar prakata, dua kata magis, yang Ayah tak pernah lewat di setiap deringan telepon. Kata-kata yang menenggelamkan keputus-asaan ke lembah terdalam. Kata-kata yang menyambungkan harapan. Kata-kata yang selalu bisa membuat saya bangkit lagi dan lagi.
Apa guna harapan tanpa usaha dan semangat.
Senyum dan semangat! *eh kok jadi smash? Hahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar