Yak proyek 30 hari personal sountdrack kita lanjutkan,
sodara-sodara. Sebelum 2013, ini kudu rampung, hihihi.. #sikap
Beberapa hari ini, di rumah lagi heboh lagunya Cakra Khan,
Harus Terpisah. Awalnya dari soundtrack acara atau ftv atau apa gitu deh, saya juga
lupa. Ibu terus minta dicariin, setelah ketemu, ternyata liriknya sadis dan
kurang ajar. Caranya bikin suatu bagian lirik bagus sih, jadi kata akhir dalam
satu kalimat jadi kata awal di kalimat selanjutnya. Yang menurut saya sadis itu
lirik yang berkebalikan:
Ku berlari kau terdiam. Ku menangis kau tersenyum. Ku berduka kau bahagia. Ku pergi kau kembali.
Lalu saya twit lah tentang kekuatan ‘racun’ lagu itu dan
tetiba ada yang nge-bbm saya, perempuan.
Dia: Racuuuun bener ya Cakra
Saya: Eym. Itu tambah jadi racun kalo ternyata it really happens in your real life
D: Orang gak kejadian aja nyeseknya berasa
S: ROFL
D: “Kucoba meraih mimpi, kau coba hentikan mimpi” Yang itu kena banget. Gimana sih rasanya kalo semisal kita punya passion dan energi buat loncat dan kerja sana-sini tapi terhambat cuma buat alesan ketemu, pacaran, harus nurut, gak boleh, khawatir berlebih, insecure, dll. Aku banget itu sama mantanku.Si Dia kini telah memiliki tambatan hati yang baru, yang lebih suportif. Ketika saya bercerita ke teman saya yang lain, tanggapannya, “Kamu gak tau, pas dulu dia nyalon jadi ketua organisasi jurusan di kampus, pacarnya sempet ngelarang lho.. Ya emang beda fakultas sih, cuma kayaknya cowoknya malu kalo ceweknya lebih dari dia. Secara kan cowoknya cuma jadi anggota di organisasi jurusannya.” Komentar saya, “halah, masih kuliah aja pacarannya rempong..”
Kemarin saya sempet tuh bikin tulisan tentang cinta menurut
saya. Cinta itu dua arah. Mungkin di kasus Si Dia, cinta itu tidak lagi
berlangsung dua arah sehingga menjadi berat sebelah dan tidak sehat. *sokwise dan soktau mode on
Sayup-sayup terdengar dari kamar mandi, si penyanyi kamar
mandi beraksi:
Bayangkan... Bayangkan ku hilang, hilang tak kembali. Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta. Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti. Berarti untuk ku rindukan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar