Jumat, 10 Agustus 2012

Biarkan Saja


Ketika itu kelas 2 SMA. Adalah seorang guru Bahasa Indonesia, yang menurut saya, suka memberi tugas-tugas asyik yang mengasah kreativitas. Yah, walau terkadang merepotkan. Tapi bagi saya itu menyenangkan. Tugas-tugasnya seperti membaca berita bak anchor (saya sampai jadi percontohan untuk kelas sebelah kala itu, hehehe), membuat musikalisasi puisi (membaca puisi diiringi lagu), menulis surat cinta untuk Ibu/Ayah (pas bikin ini hadeuuuh mata sembab!), membuat drama radio, membuat video klip. Yang terakhir, membuat video klip itu cukup merempongkan! Tapi fun sih, beneran. Bersyukur ada Bapak Sutradara kita merangkap editor, mensyen ya mensyen: Aditya Aji Nugraha. Tauk deh nih Si Aji masih inget apa enggak, hihihi Kalo nginget-nginget kejadian di masa lalu itu emang suka bikin senyum-senyum sendiri yes? Ah kangen.. Gini nih, pas SMA pengen buru-buru kuliah trus kerja eh pas udah kerja pengen turn back time.

Nah, pas bikin video klip tadi, harus bikin dua video klip. Kelompok saya kala itu membuat klip untuk lagu Lingua “bila kuingat” dan Tere “biarkan saja”. Saya memegang peran di pembuatan plot cerita video klip. Jadi kedua klip itu ceritanya nyambung, kayak ada sekuelnya lah gitu. (ini nulis sambil garuk-garuk kepala, nginget-nginget)

Bila kuingat: Ada remaja putri yang kesengsem sama temennya, kebayang-bayang mulu gitu deh terus suka terus jadian (eh jadian gak sih? hmmmmm)
Biarkan saja: eh si cowoknya itu ternyata selingkuh dan si cewek pun memutuskan untuk memutuskan hubungan

Sepertinya simpel tapi coba deh ngerasain bikinnya, untuk ukuran anak SMA di tahun 2003-2004 ya, jaman semono, hihi
Saya suka sih lagu-nya Tere itu, gak menye-menye, temponya juga cepet:          
Tiada yang perlu disesali dan yang patut ditangisi. Oh..Kau bukan untukku. Bila engkau memang tak sepadan. Dan tak sungguh mencintaiku,biarkan samua hanya sampai disini. ‘Kan ku jalani hidupku seperti biasa. Lupakan dirimu. ‘Kan ku biarkan waktu yang sembuhkan hatiku. Biarkan saja semua. Sudah yang terjadi terjadilah. Kutakkan larut dalam duka, biarkan saja.  Kau bukan untukku. Lihat masih banyak yang lainnya, yang lebih baik darimu, yang mencintaiku dengan sepenuh hati.

Lagu buat yang susah move on. :p


Salam,
siswi I-12, XI IS 3, XII IS 1 SMA N 3 Semarang 2002-2005

Selasa, 07 Agustus 2012

Anyam-anyaman Nyaman


Anut runtut tansah reruntungan. Munggah mudhun gunung anjlog samudra. Gandheng rendhengan jejering rendheng. Reroncening kembang, kembang temanten. Mantene wus dandan dadi dewa dewi. Dewaning asmara gya mudhun bumi. Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir. Mahargya dalan temanten. Dalanpun dewa dewi. Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi…
Selalu bergandengan tangan seiring sejalan
naik turun gunung sampai kedalam samudera
bergandengan saling beriringan
laksana rangkaian bunga untuk pengantin
sang pengantin telah berdandan laksana dewa-dewi
dewa asmara yang turun ke bumi
lihatlah mendung menyingkir menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa-dewi
terdengar suara terompet berarak-arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu dan segeralah menuju ke bumi

Saya tahu lagu ini sepertinya sedari SD dan langsung suka, walau hanya dari aransemen musik dan cara bernyanyinya. Beberapa tahun belakangan, setelah adanya teknologi internet dan google, saya baru tahu bahwa ini lagi tentang pernikahan. Liriknya puitis. Tapi masih gak mudeng sama korelasi judulnya yang unik itu. Hmmmm..
Eniwei, bisa nih dimasukin ke list lagu buat acara nikahan. Mempelai pria mana mempelai pria, hahahaha

 ( ˘)з┌◦◦◦♥
Tiup-tiup cinta,
Yang menunggu

Sweet Memories (of My Wife)

Di tempat kerja saya terdahulu, saya tidak bisa mengakses youtube. Saya pun menemukan vimeo. Lumayan lah, walau video di situ tidak sebanyak dan sevariatif youtube. Kamu harus lihat video di vimeo ini:
My Wife,  bikinan Rangga Kusmalendra, suami dari Kak Pimpi Syarley Naomi. Kak Pimpi adalah seorang crafter, Sawo Kecik nama hmmm merk-nya. Ya itulah.  

Sweet banget sih video itu. Lagu pengiringnya juga oke. Sweet Memories-nya Olivia Ong, lama-lama demen walau ternyata galau liriknya:
Don't kiss me baby we can never be. So don't add more pain. Please don't hurt me again. I have spent so many nights. Thinking of you longing for your touch. I have once loved you so much.
Aaaaak! Mauuu dibikinin video kayak gituuuuu! *ngerengek manja, hahaha X))

Salam,
Penggemar produk Sawo Kecik

Bersandar


Saya suka film Berbagi Suami. Saya suka film dengan banyak cerita seperti itu. Saya juga suka soundtracknya. Saya dulu beli loh kasetnya. Iya, kasetnya. Dan saya suka lagu simpel dari White Shoes and The Couples Company berikut:
Berharap seribu kasih namun kini punahlah sudah. Bersandar menusuk jiwa, menusuk jiwa, menusuk jiwa.
Dan sempet dicover sama Kings of Convenience! Kewren!

Galau sih ya, ehehehe

Dari film itu, saya nemu nama bagus: Nadim, tokoh yang diperankan Winky Wiryawan. Arti kata Nadim: orang yg dipercaya; sahabat karib. Di masa depan, saya ingin memberi anak laki-laki nama itu, Nadim. 

Salam,
Pecinta film Indonesia (yang bermutu)

Andai Aku Besar Nanti :")


Siapa yang gak mbrebes mili kalo baca lirik lagu ini coba. Saya sih selalu. Gak bisa ngebayangin kalo pas sungkeman akad nikah itu pengiringnya lagu ini. Yak make up.. make up.. luntur.. luntur.., hehehe
Oh... Kutahu kau berharap dalam do'amu. Kutahu kau berjaga dalam langkahku. Kutahu s'lalu cinta dalam senyumm. Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku 
(Andai Aku Besar Nanti, Sherina)
Lirik  ini mirip sama do’a:
Allahumma firli zunubi waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogira, 
”Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa ibu bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”.
Do’a yang wajib saya baca setelah sholat. Saya pastinya gak akan bisa ngebales semua yang udah dikasih sama Ibu dan Ayah. Hanya do’a yang bisa saya kasih. *eh bo’, ini akikah nulis sambil air mata jatuh satu-satu, seriusan *lap pake tangan

Saya pengen, suatu hari nanti, anak-anak saya kelak juga mendo’akan saya.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)
Iya, do’a anak yang sholeh. Maka, jadilah anak yang sholeh dan didiklah anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh pula. Setuju? ^^

Wassalam,
anak perempuan Ibu dan Ayah

Jumat, 03 Agustus 2012

End?

Mendapati ini dari retweet-an seorang kawan beberapa minggu yang lalu:
Salah bisa diperbaiki, gagal bisa diulangi, tapi menyerah berarti selesai. -Bob Sadino
Mungkin kamu bosan  membaca kata-kata penyemangat yang terlalu sering saya tulis di blog ini. Tak apa, itu hakmu. Bagi saya, semangat adalah modal mahal yang harus dipupuk terus menerus.
Well, selamat berhari Jum'at, jangan lupa bersedekah! :)

Kepong-kepong


Pasti pernah deh ngerasain rasanya “butterflies in our stomach”. Geli-geli lucu. Kayak pas mau take off  kalo naek pesawat, ini kata adek saya sih. Kayak pas mau sidang skripsi. Kayak pas mau wawancara kerja. Kayak pas liat pengumumuan keterima kerja. Kayak pas jatuh cinta.
You give me butterflyzGot me flying so high in the sky. I can't control these butterflyz. (Butterflyz, Alicia Keys)
Pas mau ketemu. Pas bales-balesan pesan di telepon seluler ataupun dunia maya. Pas denger suaranya di telepon. Saya sih suka sama perasaan kayak gini. :3 Perasaan adanya kupu-kupu di perut ketika sedang di mabuk cinta. *alamak bahasanya, hahaha
(Bagaimana dengan) kamu?

Salam,
dia yang pernah jatuh cinta dan memelihara kupu-kupu di perutnya (kok creepy ya? hoho)