Senin, 24 Oktober 2011

Past

Saya itu pemalas. Saya ingin menjadikan sifat itu masa lalu: I was a lazy person.
Di sela-sela membereskan cucian kering, terpikir dan terciptalah quote berikut:
Tak perlu menunggu terpuruk untuk bangkit.
Bangkitlah tiap hari. Tiap pagi ketika mata masih bisa terbuka. Ketika udara bisa dijangkau. Ketika kesempatan bisa diraih. Ketika hidup, mau tak mau, harus diperjuangkan. Pekikkan, "Tetap semangat!" :D
Saya lupa persisnya sejak kapan Ayah selalu meneriakkan kata-kata itu tiap kali berbincang di pesawat telepon. Ayah saya pernah bekerja di bank. Beliau memimpin timnya. Setiap pagi harus briefing dan menyemangati anak buahnya. Pasti dua kata itu menjadi pidato penutupnya.
boneka pesan di papayamango
Saya suka mendengar prakata, dua kata magis, yang Ayah tak pernah lewat di setiap deringan telepon. Kata-kata yang menenggelamkan keputus-asaan ke lembah terdalam. Kata-kata yang menyambungkan harapan. Kata-kata yang selalu bisa membuat saya bangkit lagi dan lagi.
Apa guna harapan tanpa usaha dan semangat.
Senyum dan semangat! *eh kok jadi smash? Hahaha

Rabu, 19 Oktober 2011

Patenono

Saya suka quote ini.
Membunuhku bukan hal yang sulit. Cukup kau hentikan pedulimu. Aku tertebas habis.
via coretantakbercorak

Puyer

Usia saya menginjak 24 tahun dan tetap tidak bisa menelan obat berupa tablet atau kapsul. Tidak bisa sama sekali juga enggak, sih. Saya bisa menelannya jika dan hanya jika obat tersebut dipotong menjadi bagian yang lebih kecil. Contoh: panadol dibagi menjadi dua. Bayangkan jika harus menelan 2 tablet sekaligus. Berarti 4 kali menenggak. Minumnya pasti banyak kan tuh. Glek. Cleguk cleguk. -__-
s
Awal bulan ini saya mencanangkan program diet untuk Tiche yang lebih baik. :) Program ini dilakukan dengan cara mengonsumsi obat kesehatan dan mengurangi porsi makan. Pagi minum shake. Siang makan seperti biasa. Malam makan buah. Setiap hari saya harus menenggak 6 tablet. 2 tablet setiap sebelum makan. Daaan obat tersebut saya tumbuk dan jadikan puyer. Rasanya sih gak pait, hanya saja aneh. Untuk bisa meminumnya, saya membutuhkan 3 sendok. Satu sendok untuk wadah puyer, satu untuk mengaduk, satu untuk menuangkan air. Iya, ribet alias rempong. Tapi karena tekad sudah bulat, hal ini terasa ringan. Tsah. Semangat!
Dari tanggal 4-14 Oktober (10 hari berarti ya) sudah turun 1,5 kg. Horeeee! :D
Target? Sebelum usia 25 tahun, saya sudah berada di berat badan ideal. Harus menurunkan sekitar hmmmmm 27,5kg. Masih ada waktu 9 bulan. Pasti bisa. Tetap semangat! \m/