Gara-gara tadi nulis tentang jaman sekolah, jadi inget deh
sama lagu So7 ini.
Bersenang-senanglah. Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah. Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua.
Sampai jumpa kawanku, s'moga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan...
Lagu perpisahan. Oke, yang akan saya tulis ini bukan cerita
tentang jaman sekolah atau kuliah. Ini tentang rekan-rekan kerja saya. Curhat
dikit gak papa lah ya, Cyyyn, hehe
Jadi, saya baru saja resign di akhir Juni lalu. Saya
memutuskan untuk berwirausaha di kota kelahiran saya, Semarang. Walaupun saya tidak bekerja lagi di kantor
yang ada di Jakarta itu, saya masih bergabung di bbm grup. Saya pernah
menanyakan hal ini ke sahabat saya, Dita. “Gw leave grup gak ya, Dit?” “Gak
usah, Che, kan grup Finance gak pernah ngomongin kerjaan rrrr ya jarang sih.
Isinya becanda doang gitu” “Hahahaha, iyaaaa”
Mungkin tempat saya pernah bekerja itu bukan tempat bekerja
terbaik, tapi saya mendapati teman-teman terbaik, guru-guru terbaik. Harus saya
akui, bekerja dapat membuat kita menjadi semakin dewasa. *mendadak bijak
*dilempar dokumen beserta invoice sama Mbak Yunika *lalu ngacir, sembunyi di gudang dokumen
Ibu beberapa kali sempat menanyakan, “Kamu gak kangen
ngantor apa (mungkin) kangen temen-temen kantor?” Iya, yang kedua. Saya kangen
rebutan makanan. *kalo kata Yudha, laki-laki asal Kediri yang sempat menjadi cubicle mate saya, saya ini food oriented! Kangen timpal-timpalan
nyinyir di kubikel. Kangen karokean, nyanyi-nyanyi gak jelas bareng. Kangen
makan di luar bareng. Kangen siul-siul bareng. Kangen makan lembur bareng: city
light (aka Cahaya Kota) dan Indogaya, hahaha
Gara-gara mereka, saya jadi doyan sushi. Saya jadi bisa pake
jilbab yang rada mendingan. Saya jadi pede nyanyi. Saya jadi melek teknologi.
Kemaren sempet bikin tulisan ini:
Kemaren sempet bikin tulisan ini:
Aku merindukan perbincangan kita di sela-sela bekerja, di antara makian telepon yang berdering sepersekian detik sekali.
Aku juga merindu pada balon-balon dialog yang kita ciptakan ketika jari-jemari berkejaran kian-kemari di atas tuts-tuts komputer.
Dinding penyekat bukan penghambat.
Suara-suara bersinggungan di udara lalu pecah menjadi gelombang tawa. Riuh rendah gemuruh lantai lima. Kita.
![]() |
| foto dari Fuji instax mini-nya Dita yang di-scan sama Teh Fitri |
Sampe ketemu di nikahan Mbak Yunika dan Mas ATS. X))
Semoga silaturahmi kita terus terjalin yaa! Aamiin *peluk
satu-satu
Salam hangat selalu untukmu,
Pecinta mie rebus bikinan Bu Sum, Mbak Ila, Mbak Lisa, Mbak
Marni

Tidak ada komentar:
Posting Komentar