Rabu, 20 Maret 2013

Prewedding (2)

Postingan saya sebelumnya: Prewedding
Inilah foto-foto yang telah diedit oleh Bang Dayat (plus kecerewetan keresean saya).
Mari silakan jika sedang mencari ide untuk foto kamu, boleh lho disadur hehe :)







mempelai wanita

Momo dari samping

Hallo, Nada!

:*

Anak dan Ibunya

untuk kawan

raja dan ratu

sepupu laki-laki

cangkir cangkir cangkir

berharap ditatap balik

Saya

asimilasi

hidangan pembuka

bersemi

Andung :)

nasi ayam nyam!

Es le(n)ci

Minggu, 09 Desember 2012

t r u s t


Saya pernah membaca entah dimana, lupa, “Yang deket aja gampang selingkuhnya, gimana yang jauh..” Perbedaan hubungan satu kota dan hubungan jarak jauh alias LDR. Mungkin kita bisa tidak sepenuhnya percaya pada pasangan kita tapi alangkah baiknya jika kita menjaga kepercayaan yang diberikan dengan cara menjaga pertemanan kita dengan orang-orang yang datang menghampiri. Pasangan yang jauh, yang banyak cueknya, yang tidak bisa maksimal membalas obrolan di ponsel dan telepon dapat menjadikan kita ‘beringas’ ketika ada teman lawan jenis (yang bukan sahabat) yang lebih perhatian. Jujur, saya pun hampir terjebak. Jadi semacam ketagihan ngobrol. Lalu saya menyadari, I may not go these far, my bad.
However that is it. You’ve got you’re world and I’ve got mine. And after all that we’ve been through I must say. Sorry honey, my heart is not for you.. Sorry baby this love is not for you. It’s over now.. (It’s over now, Mocca)
Dia di sana, mungkin, belum tentu setia, tapi cobalah untuk saling percaya. ;)

Sabtu, 08 Desember 2012

i like you

Aku tak perlu lagi mencari dia
Aku tau dia itu kamu
Kamu yang bukan perayu ulung
Kamu yang berkenan mencuci piring dan gelas kotor
Kamu yang tak sungkan membuangkan plastik sampah
Kamu yang bahkan meminta maaf setelah menciumku
Kamu yang gemar diusap punggungnya
Kamu yang dengan lucunya menyeka peluhku ketika tergesa
Kamu yang tertawa mendengar ceritaku
Kamu yang terdiam di ujung sambungan telepon
Semoga aku adalah perempuan yang kamu suka
Karena kamu adalah laki-laki yang aku suka
Aku suka kamu, titik dua tanda bintang

Prewedding

Beberapa hari kemarin saya disibukkan oleh permintaan konsep foto prewedding. Tentunya bukan pernikahan saya, melainkan Tante saya, Wiwi. Calonnya bernama Paman Faried. Saya turut berbahagia untuknya, untuk mereka. Teriring do’a saya untuk mereka. Tante saya sudah saya anggap seperti kakak sendiri, dekat sekali dengan saya. Maklum, kakak saya laki-laki. :)

Pencarian konsep dimulai dari bertanya pada Ima dan Dita. Lalu bergerilya-lah saya mencari foto di Axioo, Mottomo, Garasi Foto. Saya membuat tema: makan. Kira-kira seperti inilah foto-foto yang saya sadur:










Dibantu fotografer (dan editor) handal Bang Dayat serta asistennya yang ciamik Bu Menejer Apied, hihihi



Pernah terpikirkan untuk menyumbang sebuah lagu di hari h-nya nanti. Ingin sekali menyanyikan lagu dari Tulus yang berjudul Teman Hidup.

Bila di depan nanti. Banyak cobaan untuk kisah cinta kita. Jangan cepat menyerah. Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya akan begitu..

Salam hangat,
PH aka Ponakan Hohony

Hati-hati dengan hati


Percaya karma? Oke, saya gak butuh jawaban, “Saya percayanya sama Tuhan.”
Ketika berbuat sesuatu, kadang, mungkin, kita tidak terpikirkan efek atau akibat atas tindakan yang kita perbuat. Berbuat baik sih harus ikhlas, tanpa pamrih, mengharapnya ya ridho Allah. Nah kalo berbuat jahat? Harus apa menurut kamu? Menurut saya sih harus teringat lagu dari Adhitia Sofyan ini, biar batal berbuat jahatnya. X))
And somewhere out there I’m sure God is watching you close. But then maybe His deadly storm will come and catch you. Lightning thunder will strike you. It hits your head so hard...
Judulnya Deadly Storm Lightning Thunder.
Coba ya yang lagi atau pernah mempermainkan hati seseorang/banyak orang, tolong dicamkan baik-baik dan diserap sepenuh jiwa itu lirik lagunya. Mungkin efeknya bukan sekarang. Mungkin nanti ke anak cucu-nya. We’ll never know, kan?

Senin, 03 Desember 2012

Takut -Vierra


3 September – 3 Desember. Triwulan pertama saya dan dia. Dia itu kekasih saya. Kami menjalani hubungan antar kota antar provinsi, seperti bus patas. X)) Salah satu teman yang kapok LDR berkata, “I’ll give you star if you both can make it through for a year.” No clue bintang apa yang dimaksud. Dasar absurd. Ya memang, terkadang ada rasa ingin menyerah dan menyudahi saja, rasa ragu itu datang dan  pergi menghantui saya kala sendiri.
Ku tahu kamu bosan. Ku tahu kamu jenuh. Ku tahu kamu tak tahan lagi.
Aku takut kamu pergi. Kamu hilang, kamu sakit. Aku ingin kau di sini. Di sampingku selamanya.
Berani memiliki, berani kehilangan. Apa jadinya jika orang yang kamu sayangi ternyata bukan orang yang tepat dan terbaik untuk kamu? Sudah ikhlas kehilangan?

Salam,
kekasih dia

Minggu, 02 Desember 2012


Aku harus meninggalkanmu
Perlahan, aku belajar untuk tidak merindukanmu
Dulu aku amat memujamu
Kamu yang hebat
Kamu yang diinginkan banyak  orang
Kamu yang didamba
Kemudian aku berada pada titik jenuh
Kamu bukanlah yang aku cari
Aku harus kembali pulang
Berada di suatu ruang, rumah
Kamu bukan rumah untukku
Aku harus pulang
Aku akan mengunjungimu suatu waktu
Aku takkan merindumu, mungkin
Namun kau patut merindukanku
Selamat tinggal
--pengendara motor yang sesekali berada di trotoar dan tetap menghargai pejalan kaki

Aku suka berbicara padamu
Tiap kata yang keluar dari mulutku kau lahap dengan kilat matamu
Mata yang selalu berkilau
Mata yang haus akan ceritaku
Ataukah kau mengiraku pendongeng?
Aku pendongeng ulung asal kau tahu saja
Aku ingin kau mendongengkanku kisah cintamu dengan kekasihmu
Mungkin saja aku menangkap celah kekurangan
Lalu aku dapat merebutmu darinya
Suatu saat nanti
Pasti
--Juni 2012, proses menyimpan memori akan tatapan matamu dimulai dari... SEKARANG!

Ketika aku harus tiba pada sebuah kota
Aku tak menahu arah mana yang harus kutuju
Kompas tak jua memberi pertanda
Angkasa diam
Aku merasa tersesat
--Juni 2012

Senin, 05 November 2012

Minggu, 04 November 2012

Biarkan udara masuk.
Dari tiga sahabat.
Sepasang.

Sektoral

Sahabat yang sebenarnya itu bisa diajak diskusi panjang dengan tema yang mungkin membosankan dan kurang berbobot.

Rabu, 31 Oktober 2012

Harus Terpisah


Yak proyek 30 hari personal sountdrack kita lanjutkan, sodara-sodara. Sebelum 2013, ini kudu rampung, hihihi.. #sikap

Beberapa hari ini, di rumah lagi heboh lagunya Cakra Khan, Harus Terpisah. Awalnya dari soundtrack acara atau ftv atau apa gitu deh, saya juga lupa. Ibu terus minta dicariin, setelah ketemu, ternyata liriknya sadis dan kurang ajar. Caranya bikin suatu bagian lirik bagus sih, jadi kata akhir dalam satu kalimat jadi kata awal di kalimat selanjutnya. Yang menurut saya sadis itu lirik yang berkebalikan:
Ku berlari kau terdiam. Ku menangis kau tersenyum. Ku berduka kau bahagia. Ku pergi kau kembali.
Lalu saya twit lah tentang kekuatan ‘racun’ lagu itu dan tetiba ada yang nge-bbm saya, perempuan. 
Dia: Racuuuun bener ya Cakra
Saya: Eym. Itu tambah jadi racun kalo ternyata it really happens in your real life
D: Orang gak kejadian aja nyeseknya berasa
S: ROFL
D: “Kucoba meraih mimpi, kau coba hentikan mimpi” Yang itu kena banget. Gimana sih rasanya kalo semisal kita punya passion dan energi buat loncat dan kerja sana-sini tapi terhambat cuma buat alesan ketemu, pacaran, harus nurut, gak boleh, khawatir berlebih, insecure, dll. Aku banget itu sama mantanku.
Si Dia kini telah memiliki tambatan hati yang baru, yang lebih suportif. Ketika saya bercerita ke teman saya yang lain, tanggapannya, “Kamu gak tau, pas dulu dia nyalon jadi ketua organisasi jurusan di kampus, pacarnya sempet ngelarang lho.. Ya emang beda fakultas sih, cuma kayaknya cowoknya malu kalo ceweknya lebih dari dia. Secara kan cowoknya cuma jadi anggota di organisasi jurusannya.” Komentar saya, “halah, masih kuliah aja pacarannya rempong..”

Kemarin saya sempet tuh bikin tulisan tentang cinta menurut saya. Cinta itu dua arah. Mungkin di kasus Si Dia, cinta itu tidak lagi berlangsung dua arah sehingga menjadi berat sebelah dan tidak sehat. *sokwise dan soktau mode on


Sayup-sayup terdengar dari kamar mandi, si penyanyi kamar mandi beraksi:
Bayangkan... Bayangkan ku hilang, hilang tak kembali. Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta. Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti. Berarti untuk ku rindukan...

Senin, 29 Oktober 2012

sebuah cerita tentang teman lamaku, Si Waktu

Aku terlalu sering bermain-main dengan sesuatu,
Waktu namanya.
Aku ajak dia bersenang-senang
tanpa harus merasa bersalah,
tanpa rasa takut dia akan hilang

layaknya Cinderela jam12 malam.

Suatu ketika,
Waktu mengingatkanku seperti ini,
"Lakukan (pekerjaan itu) sekarang!
Apa lagi yang kamu tunggu?"

Aku berdalih,
"Tenang saja Waktu,
aku masih menunggu temanku,
Si Kenyamanan, dia berjanji akan datang..
Tanpa dia, aku tidak bisa bekerja."

Waktu tidak sependapat,
"Dia tidak akan datang, percayalah..
Kamu bisa bekerja tanpa dia, kamu masih punya aku.
Aku akan menemanimu namun aku tidak bisa menungguimu terlalu lama."

"Waktu, apapun yang kamu katakan, aku akan tetap menunggu temanku itu, titik!" tegasku.

Aku pun setia menunggu Kenyamanan.

Menunggu..

Menunggu..

Dan menunggu.

Waktu benar.
Kenyamanan tidak pernah datang.
Sedangkan Waktu, ia tidak pernah bisa menunggu.

Tinggallah aku di sini yang berlumur rasa sesal dan lelah bekerja.
Waktu sesekali datang menghampiriku, "Kapan kita bermain-main lagi?"
Aku hanya bisa tersenyum getir.
Seandainya Waktu bisa menunggu (lebih lama),

sayangnya tidak.


Open doors

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Haruskah aku gembira?

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Kebingungan kian melanda

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Aku terus bertanya-tanya
Inikah yang kudamba?

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Tak ada salahnya dicoba :)

Ketika pintu-pintu itu kembali terbuka
Kembali kugantungkan asa
Pada Tuhan kupanjatkan doa